Kelas Industri

Kelas Industri adalah program prioritas yang digencarkan Kemendikbud yaitu gerakan “pernikahan masal” (kesepadaan dan kesetaraan / Link and match) antara pendidikan vokasi dan Dunia Usaha dan Dunia Usaha. Kelas industri menjadi karakter unggulan SMK Penerbangan Cakra Nusantara dan berlangsung sejak kelas X, terbukti telah meraih Rekor MURI terkait pelaksanaan Kelas Industri.

Dengan kelas industri ini, alumni semakin mumpuni, semakin kuat, dan akan menghasilkan talenta-talenta Indonesia yang berdaya saing dan berkualitas tinggi menjadi pemimpin generasi Indonesia Emas 2045 serta Pahlawan Keluarga. Kelas Industri adalah suatu pengalaman kerja bagi siswa yang disiapkan untuk masa peralihan dari pendidikan ke lingkungan kerja, memahami dunia kerja dan persiapan untuk memilih pekerjaan yang tepat.

Program Kelas Industri saat ini merupakan terobosan bagi dunia pendidikan vokasi di Indonesia. Tidak dapat disangsikan lagi, bahwa untuk menciptakan lulusan SMK yang kompeten dan siap kerja sesuai tuntutan dunia kerja, maka pembelajaran berbasis dunia kerja menjadi solusi.

Pembelajaran Kelas Industri/Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK. Pelaksanaan Teaching Factory (TEFA) juga harus melibatkan pemerintah, pemerintah daerah dan stakeholders dalam pembuatan regulasi, perencanaan, implementasi maupun evaluasinya.

Di SMK Penerbangan Cakra Nusantara, pelaksanaan Kelas Industri/Teaching Factory sesuai Panduan dari Direktorat SMK terbagi atas 4 model, adapun model tersebut adalah sebagai berikut:

  • Model pertama, Blocking Time dan Dual Sistem dalam bentuk Praktek Pengayaan Lapangan, Praktek Kerja Lapangan (PKL), dan Magang adalah pola pembelajaran kejuruan di tempat kerja yang dikenal sebagai Experience Based Training atau Enterprise Based Training.
  • Model kedua, Competency Based Training (CBT) atau pelatihan berbasis kompetensi (Uji Unit Kompetensi / UUK/ Uji Sertifikasi Kualifikasi/ Uji Sertifikasi Kompetensi) merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengembangan dan peningkatan keterampilan dan pengetahuan peserta didik sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pada model ini, penilaian peserta didik dirancang untuk memastikan bahwa setiap peserta didik telah mencapai keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan pada setiap unit kompetensi yang ditempuh.
  • Model ketiga, Production Based Education and Training (PBET) merupakan pendekatan pembelajaran berbasis produksi. Kompetensi yang telah dimliki oleh peserta didik perlu diperkuat dan dipastikan keterampilannya dengan memberikan pengetahuan pembuatan produk nyata yang dibutuhkan dunia kerja (industri dan masyarakat).
  • Model keempat, Teaching Factory adalah konsep pembelajaran berbasis industri (produk dan jasa) melalui sinergi sekolah dan industri (kelas Industri) untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dengan kebutuhan pasar.

SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah bekerjasama dengan industri dalam dan luar negeri khususnya industri yang bergerak di bidang Penerbangan, Kebandaraan, dan Kedirgantaraan untuk meningkatkan kualitas SDM yang dihasilkan diantaranya Cheynair Pilot School Philipina, Singapore Airshow dan Pengkayaan Kompetensi di Malaysia Airport Training Center, PT. Dirgantara Indonesia (PT.DI); PT.Angkasa Pura I dan II & PT. AirNav Indonesia Medan, Jakarta, Cilacap, Semarang, Banyuwangi, Banjarmasin, Bali, Makassar, Lombok; Lanud Hussein Sastranegara Bandung; Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Lanud Iswahjudi Madiun, Lanud Sultan Hassanuddin Makassar, Lanudal Juanda, Surabaya.