Menjawab Tantangan Industri dengan Teaching Factory

Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi / jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Pelaksanaan Teaching Factory menuntut keterlibatan mutlak pihak industri sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan di SMK.

“Teaching factory adalah model pembelajaran yang membawa suasana industri ke sekolah sehingga sekolah bisa menghasilkan produk berkualitas industri,” terang Kasubdit Kurikulum Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Mochamad Widiaynto dikutip dari Kompas.com

Model Pembelajaran Teaching Factory merupakan model pembelajaran bagi Sekolah Vokasi baik itu SMK maupun Perguruan Tinggi Vokasi berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri. Teaching Factory (TEFA) menjadi konsep pembelajaran dalam keadaan yang sesungguhnya untuk menjembatani kesenjangan kompetensi antara pengetahuan yang diberikan sekolah dan kebutuhan dunia industri. TEFA merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra pada unit produksi/praktek yang sudah ada di Sekolah Vokasi.Teaching factory merupakan sebuah konsep pembelajaran yang berorientasi pada produksi dan bisnis untuk menjawab tantangan perkembangan dunia industri saat ini dan nanti.

Dengan TEFA, siswa dapat belajar dan menguasai keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja industri sesungguhnya. tidak hanya itu, produk-produk yang dibuat para siswa sebagai proses belajar pun bisa dipasarkan ke masyarakat sehingga hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah.

Tujuan TEFA

  • Mempersiapkan lulusan Sekolah Vokasi menjadi pekerja dan wirausaha
  • Membantu siswa memilih bidang kerja yang sesuai dengan kompetensinya
  • Menumbuhkan kreatifitas siswa melalui learning by doing
  • Memberikan keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja
  • Memperluas cakupan kesempatan rekruitmen bagi lulusan Sekolah Vokasi
  • Membantu siswa Vokasi dalam mempersiapkan diri menjadi tenaga kerja, serta membantu menjalin kerjasama dengan dunia kerja yang aktual;
  • Memberi kesempatan kepada siswa Vokasi untuk melatih keterampilannya sehingga dapat membuat keputusan tentang karier yang akan dipilih.